"Separuh suara PKB akan pindah ke partai lain atau golput," kata Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara, Gugus Joko Waskito di Jakarta, Jumat.
Dikatakannya, Gus Dur memiliki basis massa tersendiri di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan basis massa konstituen PKB. Menurut Gugus, jika tidak menyalurkan aspirasi ke PKB, pendukung Gus Dur lebih mungkin memilih Partai Demokrasi Indonesia (PDIP).
Alasannya, secara kultural basis massa PKB hampir sama dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut. "Kalau tidak ke PDIP, pendukung Gus Dur bisa jadi akan mencoba-coba memilih partai baru," katanya.
Bahkan, lanjut Gugus, jika ada partai baru yang mau mengajukan Gus Dur sebagai calon presiden, bukan tidak mungkin bakal meraup suara yang signifikan.
Namun, Gugus memperkirakan pendukung Gus Dur tidak akan lari ke partai berbasis NU yang lain, seperti PPP, PKNU, dan PPNUI. "Mereka merasa canggung," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Gugus, jika PKB pimpinan Muhaimin Iskandar benar-benar meninggalkan Gus Dur, maka mereka harus menyiapkan strategi baru, termasuk mengubah pola komunikasi dalam mendekati pemilih.
Langkah yang harus dilakukan Muhaimin bersama PKB di antaranya adalah tetap merangkul para kyai NU dan lebih giat membidik pemilih pemula."Kalau tidak, PKB akan rontok di Pemilu 2009," katanya.
Sabtu, 11 Oktober 2008
Metrotvnews.com, Jakarta: Popularitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden melejit di banding tokoh nasional lainnya. Fakta ini terungkap dari survei yang digelar National Leadership Centre (NLC) di 30 provinsi di Indonesia.
Survei NLC yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres dilakukan September 2008, di 100 kecamatan dengan 2.000 responden. Responden berusia di atas 17 tahun. Hasilnya 25 persen responden memilih Prabowo. Angka ini naik empat persen dibanding hasil survei Juli 2008.
Kini popularitas Prabowo ada di posisi ketiga di bawah Susilo Bambang Yudhoyono (34 persen) dan Megawati Sukarnoputri (22 persen). Sementara kandidat lainnya seperti Wiranto, Abdurrahman Wahid, Jusuf Kalla dan Sutiyoso tertinggal jauh.
Menurut Ketua NLC Taufik Burhanudin menduga, pengaruh iklan capres yang gencar ditayangkan di berbagai media massa mampu mendongkrak jumlah responden yang memilihnya. Iklan Prabowo, contohnya.(***)
Kamis, 09 Oktober 2008
KPU Cilegon Mulai Terima Aduan DCS
Laporan tersebut, menurut Ketua KPU Cilegon Syaeful Bahri, berupa pernyataan keberatan terhadap beberapa Caleg.
Diungkapkan Syaeful, beberapa laporan yang datang adalah dari Yuyun Hasanah (37), warga Jombang Wetan dan Jasorden (24), warga Ciwandan yang sama –sama mengeluhkan keberatan terhadap caleg atas nama Samsul Rizal yang saat ini masih menjabat Asda I Pemkot Cilegon. “Dalam laporan keluhan mereka yang dilayangkan melalui surat, menyebutkan keberatannya terhadap Samsul. Padahal seharusnya jika sudah terdaftar dalam Daftar Caleg Sementara (DCS-red) segera mengundurkan diri dari jabatannya,” kata Syaeful.
Laporan lain datang dari Partai Bintang Reformasi (PBR) yang melaporkan caleg dari dapil 4 Ciwandan-Citangkil, yaitu Samsudin yang masih secara sah tercatat sebagai pengurus PAC PBR. “Surat tersebut tertanda Ketua PBR Cilegon Muhibudin, yang melaporkan keberatan tersebut,” kata Syaeful.
Hal sama dilaporkan PKNU terhadap caleg Dapil 3 Pulomerak-Grogol atas nama Rifki yang juga menjabat sebagi wakil bendahara di PKNU.
Selain surat, ungkap Syaeful, laporan melalui SMS pun berdatangan. Di antaranya, satu SMS yang menyatakan keberatan terhadap Muhammad Tahyar, caleg dari PKS. “Masih banyak beberapa laporan lainnya. Malah, ada seorang ibu yang datang tiga kali ke KPU Cilegon, melaporkan suaminya sebagai caleg dari Partai Gerindra, karena menelantarkan keluarga,” ucap Syaeful.
Menurut Syaeful, semua laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti jika dilengkapi dengan identitas yang jelas, seperti melampirkan fotocopy KTP, serta menuliskan laporan secara tertulis. “Kalau perlu dilengkapi dengan data-data yang bisa mendukung. Hal tersebut untuk menghindari pembunuhan karakter dari caleg yang dilaporkan jika tidak terbukti,” paparnya.
Langkah selanjutnya, imbuh Syaeful, pihaknya terlebih dulu akan menggelar pleno utnuk memutuskan langkah apa yang akan ditempuh. “Yang jelas kita akan memanggil tiap caleg yang dilaporkan yang sesuai persyaratan di atas,” pungkasnya. (mg-adit)
Ajak 100 Massa, Calon DPD Nonton Laskar Pelangi
Film itu juga menarik perhatian politisi Kabupaten Tangerang, HA Subadri. Mantan Ketua KNPI Kabupaten Tangerang yang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Banten ini mengajak sekitar 100 massanya untuk nonton bareng film Laskar Pelangi di Bioskop 21 Lippo Karawaci, Rabu (8/10) sekitar pukul 14.30.
Massa yang datang berasal dari segala penjuru wilayah Kabupaten Tangerang. Sebagian besar dari mereka adalah kader Partai Demokrat. Saat ini, HA Subadri adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tangerang.
Sejak pukul 13.30, satu per satu massa yang telah didaftarkan itu tiba di bioskop ternama tersebut. Tak lama setelah itu, Haji Badri, sapaan akrab HA Subadri, tiba bersama sejumlah tim suksesnya. Haji Badri juga didampingi sejumlah calon anggota DPRD Kabupaten Tangerang, seperti Amran Arifin.
Tepat pukul 14.30, film yang disutradarai Riri Reza itu diputar. Ratusan kursi di deretan paling atas yang telah dipesan sebelumnya, diisi pendukung Haji Badri. Film diputar selama dua jam.
Seusai menonton, Haji Badri menilai, film Laskar Pelangi penuh dengan nilai-nilai, terutama dalam dunia pendidikan. “Film itu sangat inspiratif. Jadi, sangat wajar banyak masyarakat yang ingin menonton film ini,” katanya.
Disinggung bahwa langkahnya ini penuh nuansa politik, ia hanya melempar senyum dan menjawab sangat diplomatis. “Yang pasti, film ini menarik perhatian semua kalangan,” tandasnya. (dai)
KPUD Undur Deklarasi Kampanye Damai
Ketua KPUD Kota Tangerang Imron Khamami menjamin, pengunduran deklarasi kampanye damai tersebut tidak akan mengganggu jadwal kampanye yang sudah ditetapkan. “Kita khawatir kalau dipaksakan deklarasi kampanye damai tidak akan maksimal, karena masih ada beberapa kendala teknis mengingat kami baru masuk setelah libur Lebaran. Jadi idealnya deklarasi dilakukan sekitar tanggal 8 Oktober,” kata Imron, Senin (6/10) kemarin.
Rencananya tambah Imron, setelah deklarasi kampanye damai seluruh pasangan calon diminta menyampaikan visi dan misinya. “Semua tahapan sudah tersusun dan tersosialisasi kepada semua pihak terkait. Bahkan pengunduran ini juga sudah kami sosialisasikan,” katanya.
Sementara itu, mengenai gugatan sejumlah kader DPC PDIP Kota Tangerang terkait penolakan daftar caleg sementara (DCS), Imron menyatakan, pihaknya akan mengacu kepada surat terakhir yang ditandatangani Plh Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Ananta Wahana. “Kami hanya mengakui DCS yang diajukan oleh pimpinan partai yang diakui pimpinan pusatnya atau DPP. Soal urusan internal partai, bukan urusan kami,” katanya.
Sementara itu Plh Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Ananta Wahana mengatakan, pihaknya sedang menangani problem internal partai. Mengenai rencana golput yang dihembuskan sejumlah kader yang diduga sakit hati atas polemik internal, Ananta menyatakan masalah tersebut sudah dibenahi. “Instruksi DPP kami tidak golput dan siap memenangkan Wahidin-Arief di Pilkada Kota Tangerang serta memenangkan Megawati sebagai Presiden di Pemilu nanti,” katanya. (chn)








