DAFTAR SEMENTARA BAKAL CALEG DPRD KOTA TANGERANG PARTAI BARISAN NASIONAL...:::...DP I : 1.ERWIN HASAN, SE., 2.SARAH SELIYA....:::....DP II : 1.H.J. MATULESSY....:::....DP III : 1. CECEP, 2. SUKAJI,......:::......DP IV : 1.GALIH GUMELAR, ST., 2.TIN HIDAYATI, SE.,3.M.APRIL, 4.ELLY SURYANA., 5.MADIH, 6. ANITA,...:::...DP V : 1.HERU NUGROHO,2.ABDUL ROHMAN...:::....

Kamis, 04 Desember 2008

Jakarta, Kompas - Persaingan antarpartai politik kian memanas mendekati pelaksanaan Pemilu 2009. Partai Demokrasi Pembaruan atau PDP dan Partai Barisan Nasional atau Partai Barnas dinilai mulai menggerogoti Partai Demokrat.

Ada enam anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD), yang dalam Pemilu 2009 mencalonkan diri melalui PDP dan Partai Barnas, merencanakan mengajukan gugatan perdata kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Mereka menilai pengurus DPP Partai Demokrat periode 2004- 2009 hasil Kongres I tidak sah karena melanggar aturan internal partai, yaitu Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Akta Pendirian Partai Demokrat.

Keenam anggota F-PD itu adalah Soekartono Hadiwarsito, Boy MW Saul, Tata Zainal Muttaqin, Yusuf Perdamean Nasution, Achmad Fauzi, dan Chufran Hamal. Soekartono dan Boy kini mencalonkan diri melalui PDP. Empat lainnya melalui Partai Barnas yang didirikan Vence Rumangkang, yang sebelumnya juga deklarator Partai Demokrat.

Gugatan dilakukan sebagai reaksi atas langkah DPP Partai Demokrat yang mengeluarkan surat pemberhentian terhadap mereka sebagai anggota DPR pada 12 September dan 23 September 2008.

Langkah ini tak bisa dianggap remeh karena Soekartono memiliki pengalaman panjang di politik. Ia sudah 40 tahun berkiprah di politik, termasuk mendirikan Sekretariat Bersama Partai Golkar. Ia sempat menjadi Ketua F-PD DPR selama dua tahun. ”Saya tak akan menghancurkan Partai Demokrat, tetapi hanya memberikan pelajaran,” ucap Soekartono.

Ia kecewa karena Partai Demokrat kini gerak politiknya terus dipersempit. Tata Zainal dan Yusuf Perdamean juga merupakan pendiri Partai Demokrat.

Menurut Soekartono, DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Hadi Utomo tidak sah karena berbeda dengan yang tertuang dalam Akta Pendirian Partai Demokrat. Kongres I Partai Demokrat di Bali tidak memiliki kewenangan memilih pengurus baru. Apabila gugatan ini dimenangkan di pengadilan, pencalonan anggota legislatif dari Partai Demokrat akan menjadi tidak sah.

”Kalau tidak mempunyai anggota DPR, bagaimana bisa mencalonkan presiden,” ucapnya, Kamis (9/10), sambil menunjukkan sebundel berkas yang telah disiapkan.
Soekartono dan kawan-kawan mengaku sudah mendapatkan dukungan lebih dari 50 pendiri Partai Demokrat. Dia juga menegaskan, 25 dari 27 pimpinan dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Demokrat telah berpindah ke partai lain.

”Terus terang saja bubar,” ucap Soekartono yang pernah menjadi Ketua Bidang Politik Partai Demokrat.

Suara Meningkat

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum tenang-tenang saja menghadapi rencana gugatan itu. Dia yakin, hengkangnya sejumlah tokoh Partai Demokrat tersebut tidak akan memengaruhi perolehan suara partainya pada Pemilu 2009.

”Sejauh ini, dari berbagai survei yang ada, angka Partai Demokrat bagus, bahkan masuk tiga besar dan menunjukkan peningkatan dibanding pada Pemilu 2004,” ucapnya.

Menurut Anas, adanya kepindahan sejumlah pengurus Partai Demokrat ke partai lain merupakan hal wajar. ”Yang masuk akan lebih banyak dari yang pergi,” paparnya. Mengenai klaim ada 25 dari 27 pimpinan DPD Partai Demokrat yang berpindah ke partai lain, Anas mengaku tidak mengetahui informasi itu. ”Soal itu, saya tidak punya data,” ucapnya

Terkait dengan pemberhentian antarwaktu keenam anggota F-PD DPR itu, menurut Anas, hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari pilihan politik.
”Dahulu mereka dicalonkan dari Partai Demokrat dan sekarang mencalonkan dari partai lain. Justru aneh kalau mereka tidak diganti,” ucapnya.

Soekartono dan kawan-kawan optimistis bisa merebut konstituen Partai Demokrat dalam Pemilu 2009 karena memiliki basis konstituen yang sama. Soekartono pada Pemilu 2004 menjadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu Presiden, di bawah Moh Maruf. Ia mengaku sudah berkeliling Indonesia untuk konsolidasi kekuatan. (sut)

JAKARTA, KAMIS-Ketua Umum DPP Partai Barisan Nasional (Barnas) Ventje Rumangkang, di Jakarta, Rabu (1/10) malam, menyatakan, dengan mengusung ideologi dan visi nasionalisme kerakyatan, Barnas menargetkan perolehan sekitar 10 persen suara pada Pemilu 2009 sehingga bisa membentuk satu fraksi di DPR RI.

"Ini butuh kerja yang luar biasa, terutama dalam kompetisi merebut hati dan suara rakyat di Pulau Jawa. Saya kira partai-partai besar juga konsentrasi di Jawa," kata pendiri Partai Barisan Nasional (Barnas) dis ela-sela open house Hari Raya Idul Fitri 1429 H di kediaman Ketua DPR RI, Agung Laksono, di Cipinang Cempedak, Polonia, Jakarta Timur.

Ventje Rumangkang mengungkapkan, pihaknya punya kiat khusus untuk memenuhi target partainya merebut sekitar 10 persen suara rakyat dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 agar bisa membentuk satu fraksi tersendiri di DPR RI.

"Kami tak akan memamerkan kampanye-kampanye terbuka yang tidak efisien. Tetapi melakukan kerja-kerja politik di tengah rakyat. Jualan kita jelas, nasionalisme kerakyatan. Sebab, bangsa ini terbentuk karena konsep sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi Bung Karno," kata Ventje Rumangkang yang juga mendirikan Partai Demokrat (PD).

Ventje Rumangkang mengharapkan, Barnas bisa juga membentuk fraksi sendiri di setiap DPRD di Pulau Jawa. "Ini bukan masalah kuantitatif semata, tetapi Partai Barnas memang berambisi untuk terus menjadi salah satu pilar penegak nasionalisme kerakyatan yang menjadi roh perjuangan kebangsaan Indonesia dari dulu," katanya.

Ventje Rumangkang yang mengaku Soekarnois itu mengatakan, hengkangnya dari Partai Demokrat, antara lain karena persoalan ideologi serta visi nasionalisme kerakyatan itu.

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Barisan Nasional (Barnas) menjadi parpol di nomor urut enam yang akan berlaga dalam pemilu 2009. Partai yang diawali dari organisasi massa ini terus menggeliat dan membesarkan namanya di antara belantara politik menjelang perhelatan akbar pemilu lima tahun sekali.

Partai Barnas terlahir dari sebuah organisasi massa bernama Barisan Nasional Demokrat. Setelah melakukan beberapa pertimbangan dan melihat kondisi politik masyarakat, pada 1 Oktober 2007 bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Partai Barnas terbentuk.

Diketuai oleh Vence Rumangkang, Partai Barnas sudah menerapkan strategi khusus untuk dapat meraih suara yang selama ini tak tersentuh elit politik, yakni suara masyarakat pedesaan. Selama tujuh bulan terakhir Partai Barnas sudah membentuk kepengurusan ranting tingkat desa di seluruh Indonesia dan diharapkan tuntas pada akhir tahun ini.

Kepengurusan ranting inilah yang nantinya akan menjadi tombak Partai Barnas untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meraih suara masyarakat pedesaan yang selama ini terpinggirkan. Dengan langsung turun ke pelosok desa Vence yakin Partai Barnas mampu meraih suara hingga 30 persen dalam pemilu 2009.

Karena dari data pemilu 2004 terdapat 30 persen suara pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya menjadi golongan putih alias golput. Mengenai pilihan calon presiden, Vence menilai Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden telah berbuat maksimal dalam memerintah. Namun, Partai Barnas akan menetapkan dukungan terhadap calon presiden pasca pemilihan legislatif, April 2009. (DOR)

Selasa, 18 November 2008

Galih Gumelar :"Partai Barnas Kota Tangerang mendapatkan simpatik"

Kegiatan Partai Barisan Nasional Kota Tangerang semakin hari semakin menunjukan keberadaannya. Atribut Partai perserta pemilu yang mulai membanjiri kota Tangerang tidak mengalahkan keberadaan Partai Barisan Nasional yang mulai gencar juga mensosialisaikan diri. Caleg - Caleg berbenah dan mulai merapatkan barisan. PAC mulai tersusun rapih dan telah mejalar ke ranting - ranting dan siap bekerjasama dengan BAPPILU Kota Tangerang yang telah mempersiapkan berbagai program kerja untuk kemenangan BARNAS Kota Tangerang.
Ketua DPC Partai Barisan Kota Tangerang, Galih Gumelar, ST. mengatakan "Insya Allah Partai Barisan Nasional Kota Tangerang mendapatkan simpatik dari masyarakat Kota Tangerang dan bisa meraih kursi di DPRD Kota Tangerang". Ditanya mengenai kesiapan DPC dan jajarannya, beliau mengemukakan bahwa dalam waktu singkat 89% jajaran PAC telah siap melakukan manufer yang baik dan mengarahkan ranting untuk terus bergerak mengedepankan kepentingan masyarakat dan berbaur dengan setiap lapisan masyarakat.
Partai Barisan Nasional Kota Tangerang telah memiliki 13 PAC dari 13 Kecamatan di Kota Tangerang dan sudah memiliki 46% ranting yang ditargetkan rampung akhir desember mendatang.
DPC Kota Tangerang pun akan mengadakan Silaturahim Partai di Sekretariat DPC Kota Tangerang pada 23 November 2008 yang akan mengangkat Strategi Kemenangan Partai.

KH. Mansur, MA, Ketua DPD Partai Barisan Nasional Propinsi Banten

Membangun Bangsa Dengan menghargai Pluralisme
Sosok politisi yang dibesarkan didunia pesantren ini,ternyata memiliki keinginan lain dalam upaya membangun bangsa dan negaranya. Berada dijalur religius dengan memiliki massa muslim di garis grass root yang cukup banyak, tidak lantas membuat dirinya memilih berkarir politik didalam partai-partai Islam. Keinginan mengelola negara agar pengelolaanya menjadi lebih baik, ia sadar harus menghargai pluralisme yang ada di masyarakat.

Sebagai Politisi, Musa juga dikenal sebagai kyai. Karena selain memimpin pondok Darul Faiz Tangerang ia kerap dijadikan nara sumber dalam hal bidang keagaamaan Islam. Ia ingin kendaraan politiknya saat ini yang mencoba menghantarkannya duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Banten,menambah besarnya kesempatan dirinya dalam usaha menampung aspirasi seluruh elemen masyarakat. Tanpa lagi harus mengkotak-kotak kepentingan masyarakat yang diwakilinya. “Dengan berada di partai nasionalis tidak ada beban bagi saya untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat dari berbagai golongan suku dan agama,” tandasnya.

Dinilai Musa, pluralisme yang ada di masyarakat Indonesia khususnya Banten dengan berbagai macam agama, suku dan golongan, sebagai asset bangsa yang tidak bisa dipungkiri lagi. Bahkan menurutnya Asset itu yang akan membuat bangsa semakin besar dan kuat. Jika mencontoh Rasululloh sebagai manusia Rahmatan Lil Alamin, ia ingin hidupnya juga bermanfaat bukan hanya untuk orang muslim namun bagi mereka yang juga non muslim. “ Saya lebih berkeinginan bermanfaat untuk masyarakat luas tanpa harus tersekat oleh suku agama dan golongan tadi,” tegasnya.

Melalui Partai Barisan Nasional inilah katanya, aplikasi untuk menghargai pluralisme tadi dapat terwujud. Selain berisi orang-orang yang mampu menghargai pluralisme, Partai Barisan nasional juga partai yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat dibanding kepentingan partai itu sendiri. “ Kami semua di partai Barisan Nasional bekerja untuk kepentingan rakyat, tidak ada sedikit pun kami bekerja untuk mengejar kepentingan pribadi. Kami ingin partai ini dicintai rakyat, dan kami percaya rakyat pandai memilih wakilnya,” Tuturnya saat ditemui Koran banten di ruang kerjanya, Jumat (24/10).

Disinggung ketertarikan terhadap Gempar Soekarnoputra sebagai tokoh sentral Partai Barnas yang juga putra proklamator RI Soekarno, ia tidak menampik jika mengagumi ketokohan Gempar. Sebagai Orang Nasionalis Gempar mengikuti jejak Sang Bapak Soekarno. Ketegasan dan kesederhanaan gempar yang turun dari sifat bapaknya menjadi inspirasi sendiri bagi Musa untuk ikut membangun Bangsa ini. “Saya terinspirasi ketokohan Bung Karno, dan saat ini hanya ada dalam diri Gempar, itu yang membuat saya mengagumi pak Gempar,” terangnya.

Selain menghargai Pluralisme, upaya pencalonannya sebagai Calon Legislatif (Caleg) Nomor urut 1 dapil Banten 1 dari Partai barnas ini berawal rasa prihatin akan keadaan masyarakat saat ini yang minim dalam menikmati pendidikan. Padahal kata lelaki yang juga nara sumber tetap acara Cahaya Iman yang ditayangkan stasiun televisi Indosiar ini, negara seharusnya menjamin rakyatnya agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Program-program pemerintah daerah yang telah berusaha membangun dunia pendidikan di Banten dengan cara menggratiskan biaya pendidikan dinilainya belum tepat. Karena menurutnya gratis seperti apa yang diberikan?. Selama ini kenyataanya banyak masyarakat Banten yang putus sekolah.

Jika hanya sekedar biaya uang sekolah yang gratis, bagaimana dengan biaya transportasi, biaya buku, dan biaya pakaian sekolah. Dalam pandangannya, masyarakat Banten dalam membeli buku dan pakaian untuk sekolah saja masih banyak yang belum mampu. Jadi menurutnya, jika gratis hanya sebatas biaya sekolah masih dinilai dirinya belum cukup. Pemerintah tambahnya harus berani menggratiskan semua faktor pendukung untuk bersekolah pada orang yang tidak mampu. Bagi yang mampu tidak perlu lagi pemerintah menggratiskan biaya sekolah. (DAD)

DAFTAR KETUA PAC PARTAI BARISAN NASIONAL KOTA TANGERANG...:::...Kec. Tangerang : Tauifik....:::....Kec. Cipondoh : Madih....:::....Kec. Batu Ceper: Firmansyah....:::....Kec. Benda : Iwan Setiadi......::...Kec. Neglasari:Zulfikar...:::....Kec.Jatiuwung: Pipin Firmanudin, SH.......::::.....Kec. Larangan : Toto.....::.... Kec. Karang Tengah: Mardanih......::......Kec. Ciledug : Ebit....::...